Soroti Program MBG, Mahasiswi Universitas Andalas ini Suarakan Perbaikan Menyeluruh
Makan Bergizi: Harapan Tinggi, Realita Ngeri--
Bahkan, ada insiden besar seperti 467 korban di Bengkulu dan 503 korban di Sukabumi.
Fakta ini seharusnya cukup membuat kita bergidik: bagaimana mungkin program yang membawa label “bergizi” justru menghasilkan ribuan anak sakit?
Katanya makanan bergizi.
Nyatanya, yang disajikan justru menu-menu yang tidak masuk akal: burger, spaghetti, bahkan daging hiu.
Apakah ini definisi dari “bergizi”?
Bukankah makanan bergizi seharusnya berakar pada pola makan sehat yang sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia, dengan bahan lokal yang segar dan mudah didapat?
BACA JUGA:Ketika Jalanan Bersuara! Memaknai Maraknya Aksi Demonstrasi, ini Kata Mahasiswa Universitas Andalas
Bukannya justru makanan instan atau bergaya luar negeri yang lebih menekankan gaya hidup konsumtif daripada kesehatan.
Kalau pemerintah benar-benar serius dengan program ini, seharusnya mereka berpikir logis.
Makanan bergizi gratis berarti memberikan makanan sehat, seimbang, dan aman untuk dikonsumsi.
Bukan sekadar asal kenyang, apalagi sampai membahayakan.