https://palpres.bacakoran.co/

Google Advertisement Below

Soroti Program MBG, Mahasiswi Universitas Andalas ini Suarakan Perbaikan Menyeluruh

Makan Bergizi: Harapan Tinggi, Realita Ngeri--

Bahkan, ada insiden besar seperti  467 korban di Bengkulu dan 503 korban di Sukabumi.

Fakta ini seharusnya cukup membuat kita bergidik: bagaimana mungkin program yang membawa label “bergizi” justru menghasilkan ribuan anak sakit?

BACA JUGA:Mahasiswi Universitas Andalas Sentil Program MBG, Tingkatkan Gizi Kurangi Stunting hingga Keracunan Massal

BACA JUGA:Budaya Politik Indonesia, Mahasiswa Universitas Andalas Sebut Pentingnya Kedepankan Etika dan Hati Nurani

Katanya makanan bergizi.

Nyatanya, yang disajikan justru menu-menu yang tidak masuk akal: burger, spaghetti, bahkan daging hiu.

Apakah ini definisi dari “bergizi”?

Bukankah makanan bergizi seharusnya berakar pada pola makan sehat yang sesuai dengan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia, dengan bahan lokal yang segar dan mudah didapat?

BACA JUGA:Langkah Kecil Dampak Besar! Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Universitas Andalas Lawan Stunting dari Rumah

BACA JUGA:Ketika Jalanan Bersuara! Memaknai Maraknya Aksi Demonstrasi, ini Kata Mahasiswa Universitas Andalas

Bukannya justru makanan instan atau bergaya luar negeri yang lebih menekankan gaya hidup konsumtif daripada kesehatan.

Kalau pemerintah benar-benar serius dengan program ini, seharusnya mereka berpikir logis.

Makanan bergizi gratis berarti memberikan makanan sehat, seimbang, dan aman untuk dikonsumsi.

Bukan sekadar asal kenyang, apalagi sampai membahayakan.

BACA JUGA:3 Hakim Terlibat Skandal Suap CPO, Mahasiswa Universitas Andalas Kritisi Integritas Peradilan Indonesia

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google