Tradisi Ramadan Masyarakat Gorontalo: Langgilo Sebelum, Malam Qunut Pertengahan dan Tumbilotohe Jelang Akhir

Tradisi Bacoho, warga Gorontalo menggunakan berbagai daun wangi sebagai sampo alami untuk membersihkan dan membuat rambut wangi sebelum Ramadan.-hibata-
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM – Dalam menyambut dan menyemarakkan Ramadan, banyak tradisi yang dilakukan masyarakat di suatu wilayah. Muslim di Gorontalo, misalnya, punya tiga tradisi unik menjelang Ramadan yakni Langgilo, Bacoho dan Tonggeyamo.
Menurut Djemy Radji, seorang warga NU di Gorontalo, masyarakat Gorontalo masih melestarikan ketiga adat tersebut setiap tahunnya. Dan masih bertahan sampai saat ini.
“Ada tiga tradisi yang biasanya dilakukan warga Gorontalo dalam menyambut Ramadan. Pertama ada yang disebut Langgilo, yaitu tradisi merendam perangkat salat dengan wewangian yang dibuat khusus oleh warga dari bahan rempah-rempah ke dalam air hangat,” jelas Djemy seperti dilansir dari laman NU Online.
Untuk membuat ramuan Langgilo, diperlukan beberapa bahan rempah berupa jeruk, kelapa parut, daun pandan, daun kunyit, nilam, dan sereh wangi. Semua bahan rempah tadi direbus hingga mengeluarkan aroma yang khas.
BACA JUGA:Ada Ndengu-Ndengu, Qunutan, sampai Nomoni, Tradisi Ramadan di Sulawesi Tengah
BACA JUGA:Ragam Tradisi Ramadan dari Sulawesi Tenggara, Manifestasi Kerinduan Umat Muslim pada Bulan Mulia
Kedua, ada tradisi Bacoho atau keramas rambut.
Dalam tradisi Bacoho ini, warga Gorontalo menggunakan berbagai daun wangi sebagai sampo alami untuk membersihkan dan membuat rambut wangi pada awal Ramadan. Bacoho dapat dimaknai sebagai pembersihan raga dalam menyambut Ramadan, bulan yang suci dan penuh rahmat bagi umat Islam.
Djemy menyebutkan pula bahan-bahan yang digunakan untuk tradisi Bacoho ini. Di antaranya adalah kelapa yang diparut, kemudian dicampurkan dengan daun jeruk, daun pandan, kulit jeruk, sereh, daun kunyit hingga nilam. Daun-daun tersebut dicincang, lalu bersama kelapa dibakar di atas bara tempurung kelapa atau dengan cara menuangkan bara ke dalam campuran bahan tersebut.
“Semua bahan-bahan yang digunakan itu disebut manggata,” kata dia. Manggata itu berfungsi mirip sampo yang dipakai untuk keramas atau membersihkan rambut.
BACA JUGA:Tradisi Bugis Makassar di Sulawesi Selatan Menyambut Ramadan Ini Dipercaya Membawa Berkah
BACA JUGA:Ragam Tradisi Masyarakat Sulawesi Barat Menyambut Ramadhan
Tradisi menjelang Ramadan yang ketiga adalah tonggeyamo.
Praktik ini biasanya digelar dan dipimpin oleh pemangku adat (baate), ahli agama (syaraadaa), dan pemerintah daerah dalam menentukan awal Ramadan di rumah adat Gorontalo.