Ragam Tradisi Unik Ramadan di Sulawesi Utara dari Mandi Safar, Monuntul sampai Maca' Bulan

Sebelum bulan puasa berakhir, warga Bolmong di Sulawesi Utara memasang obor dan lampu-lampu di depan rumah dan di jalan-jalan dengan harapan akan keberkahan.-alif.id-
PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Indonesia sangat kaya ragam tradisi di bulan Ramadan, termasuk di Sulawesi Utara yang nota bene mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Umumnya ziarah dan mandi merupakan kegiatan yang banyak dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadan di berbagai daerah dengan istilah masing-masing.
Dua tradisi ini juga menjadi ciri khas sambut Ramadan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Kendati secara umum mayoritas penduduk Sulut beragama Kristen dan Katolik, ada beberapa kecamatan yang merupakan kantong Muslim. Seperti Kampung Kodo dan Perkamil, yang terdapat di kota Manado.
Sedangkan, di kabupaten Minahasa ada Kampung Jawa Tondano (Jaton) yang didirikan oleh Kiai Modjo, komandan perang Pangeran Diponegoro yang diasingkan di situ hingga kematiannya. Kompleks pemakamannya dan pengikut-pengikutnya ini sudahditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
Kampung Jaton mempunyai tradisi Pungguan, yakni ritual untuk mengenang dan mendoakan para leluhur.
BACA JUGA:Ada Ndengu-Ndengu, Qunutan, sampai Nomoni, Tradisi Ramadan di Sulawesi Tengah
Biasanya seminggu sebelum Ramadan tiba, ratusan orang berbondong-bondong mengunjungi kompleks pemakaman Jaton. Mereka tidak hanya warga sekitar, tetapi juga umat Muslim dari Manado dan sekitarnya. Di sana mereka mengumandangkan salawat, membaca surat Yasin, atau saling bersilaturahmi satu sama lain.
Mandi Berjamaah
Tradisi unik warga Manado jelang Ramadhan berikutnya adalah mandi berjamaah. Jelang Ramadhan, umat muslim melakukan mandi berjamaah. Lokasi pun dilakukan diberbagai tempat. Bisa di pantai dan sungai. Biasanya sebelum mandi ada doa yang dibacakan.
Ada tempat lain sekitar 4,5 jam perjalanan darat dari Manado terdapat kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Umat Muslim Bolmong memiliki tradisi yang unik untuk mengawali dan mengakhiri bulan Ramadan.
BACA JUGA:Ragam Tradisi Ramadan dari Sulawesi Tenggara, Manifestasi Kerinduan Umat Muslim pada Bulan Mulia
BACA JUGA:Tradisi Bugis Makassar di Sulawesi Selatan Menyambut Ramadan Ini Dipercaya Membawa Berkah
Menjelang Ramadan, masyarakat Bolmong beramai-ramai terjun ke sungai atau laut untuk mandi bersama. Namanya "Mandi safar" yang dimaksudkan untuk membersihkan diri memasuki bulan yang suci.