https://palpres.bacakoran.co/

Tradisi Ratusan Tahun Sambut Ramadan, Warisan Empat Kesultanan di Maluku Utara

Tradisi ela-ela pada pertengahan Ramadan untuk menyambut malam lailatul qadar.-malutnews-

PALEMBANG, KORANPALPRES.COM - Maluku Utara memiliki empat kesultanan yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Kesultanan Jailolo. Daerah ini memiliki beragam warisan tradisi Islam yang sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Namun demikian, sebagian tradisi tersebut tidak lagi dilaksanakan karena sejumlah alasan, seperti tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

Tradisi Gusungi misalnya, menurut penggagas Festival Ramadan Ma Parada, Firman Mudaffar Sjah, tradisi itu zaman dahulu dilaksanakan untuk menentukan awal Ramadhan. Tapi hal tersebut kini tidak dilaksanakan lagi karena kemajuan pengetahuan dan teknologi di bidang astronomi.

Masyarakat Maluku Utara pada zaman dahulu untuk mengetahui awal Ramadan melaksanakan tradisi Gusungi. Caranya, dengan melihat rumput Gusungi di laut yang jika telah berbunga dan bunganya mengapung di permukaan laut, itu menunjukkan awal Ramadan telah tiba, karena bunga ini selalu berbunga di saat awal bulan.

BACA JUGA:Ragam Tradisi Unik Ramadan di Sulawesi Utara dari Mandi Safar, Monuntul sampai Maca' Bulan

BACA JUGA:Tradisi Ramadan Masyarakat Gorontalo: Langgilo Sebelum, Malam Qunut Pertengahan dan Tumbilotohe Jelang Akhir

Tradisi Islam masyarakat Maluku Utara yang tidak lagi dilaksanakan, seperti tradisi Gusungi itu, harus tetap diketahui dari generasi ke generasi, karena tradisi ini merupakan bagian dari kekayaan kearifan lokal warisan para leluhur dan tidak ada di daerah lain.

Mengemas tradisi Gusungi dan tradisi Islam lainnya di Maluku Utara yang tidak lagi dalam bentuk seni tari, tapi menampilkan di Festival Ramadan Ma Parada atau acara lainnya, menurut Firmansyah, merupakan salah satu cara yang efektif untuk memperkenalkan kembali tradisi itu kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

Memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan narasi atau visualisasi tradisi Islam di Maluku Utara juga bisa menjadi salah satu terobosan untuk memperkenalkan tradisi Islam itu kepada masyarakat. Sebab, selain jangkauannya luas, juga media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas keseharian masyarakat.

Kesultanan Penjaga Budaya dan Tradisi

BACA JUGA:Ada Ndengu-Ndengu, Qunutan, sampai Nomoni, Tradisi Ramadan di Sulawesi Tengah

BACA JUGA:Ragam Tradisi Ramadan dari Sulawesi Tenggara, Manifestasi Kerinduan Umat Muslim pada Bulan Mulia

Kesultanan di Maluku Utara selama ini sangat berperan dalam upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi Islam dan tradisi lainnya warisan para leluhur, di antaranya dengan cara menjadikan tradisi itu sebagai kegiatan rutin kesultanan melalui dukungan pemerintah daerah setempat.

Kesultanan Ternate misalnya, seperti disampaikan Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, memiliki beragam tradisi peninggalan para leluhur, termasuk yang terkait dengan Ramadhan, di antaranya tradisi Ela-ela untuk menyambut turunnya Lailatul Qadar pada malam Ramadhan rutin digelar di Kesultanan itu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan